Minggu, 20 November 2016

pengertian subnetting

pengertian subnetting








 
 
Subnetting adalah proses memecah suatu IP jaringan ke sub jaringan yang lebih kecil yang disebut "subnet." Setiap subnet deskripsi non-fisik (atau ID) untuk jaringan-sub fisik (biasanya jaringan beralih dari host yang mengandung satu router -router dalam jaringan multi).
Mengapa harus melakukan subnetting? Ada beberapa alasan mengapa kita perlu melakukan subnetting, diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address.
  • Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
  • Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.
Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara yaitu binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24. Penjelasanya adalah bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Kenapa bisa seperti ?maksud /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.

1. Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 10.0.0.0/16.

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A

Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Analisa:
10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
2. Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS172.16.0.0/18 dan 172.16.0.0/25.

 SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B

Berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
>> Contoh network address 172.16.0.0/18
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
>> Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
3. Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS192.168.1.0/26

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C

Analisa :
192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan :
Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.

Minggu, 13 November 2016

Kelebihan dan Kekurangan Yamaha Nouvo

Kelebihan dan kekurangan Yamaha Nouvo


IMG_20160404_063729
Pada artikel sebelumnya saya telah membahas serba-serbi tentang yamaha Nouvo yang dapat dilihat disini. Yamaha Nouvo merupakan skutik underbone keluaran YIMM yang pertama di Indonesia. meskipun penjualannya kurang mengembirakan, yamaha nouvo ini sangat berperan sebagai pembuka jalan bagi kesuksesan matic yamaha lainnya di masa depan yaitu yamaha mio.
Disini saya akan membahas apa saja kelebihan dan kekurangan yamaha nouvo dibandingkan skutik entry level lain yang banyak beredar di Indonesia. Apa sih kelebihan dan kekurangannya dibanding skutik lain?
1. Desain
IMG_20160404_064916
Untuk motor keluaran tahun 2002(Nouvo lele) desainnya bisa dibilang unik. Lampu depan yang besar dengan bentuk lampu sein yang lebar, body yang membulat,sein lampu belakang yang menonjol keluar. Desain ini dulu sering dibilang aneh, kayak motor alien, dan yang paling saya dengar adalah mirip lele. Entah mengapa disebut seperti lele mungkin karena lampu depannya. Namun kesan seperti lele ini langsung berubah ketika Nouvo Z keluar, desain futuristik dan modern sangat terpancar dari model bodynya.
Body yang panjangnya hampir 2meter dan penggunaan velg berukuran 16 inch membuat motor ini terlihat seperti matic-matic gambot ditambah dengan penggunaan  dual rearshockbreaker. Desain cover CVT yang bisa dibilang bagus juga membuat cover ini menjadi incaran para modifikator.
Kalau masalah bagus atau buruknya desain tergantung cara setiap orang menilainya menurut saya. Yang jadi kelemahan di sektor ini adalah mendapatkan sparepart bagian body yang sangat sulit jika body ada yang rusak. Karena penjualannya yang kurang baik ditambah discontinuenya sudah sejak lama, membuat sparepartbagian-bagian body sulit dicari. Jikapun ada, harganya kadang buat mikir-mikir untuk dibeli.
2. Performa

Untitled
punya nouvo Z, ga ada perubahan mendasar dari nouvo gen1
Disinilah letak kelemahanyamaha nouvo. Mesin 115cc yang digunakan dirasa kurang cukup untuk motor dengan body gambot. Meskipun telah menggunakan karburator berukuran venturi lebih besar (25 mm kepunyaan mikuni) sama seperti punya lc135 (jupiter) untuk menaikkan perfoma, tetap saja tetap dirasa kurang. Yang terjadi justru mesin menjadi boros.
Penggunaan velg berukuran 16 inch juga berpengaruh ke performa mesin, motor menjadi semakin berat. Namun penggunaan velg lebar ini dapat membuat motor lebih stabil dan lebih mudah dikontrol. Handlingnya termasuk baik untuk sebuah motor matic. Ditambah dengan adanya dua rearshockbreaker, motor menjadi stabil saat menikung dengan sudut agak sempit (miring). Shockbreaker belakangnya lumayan keras dan dapat mengocok perut jika dibawa berkendara sendiri untuk generasi nouvo pertama, namun yamaha melakukan perubahan shockbreaker belakang di nouvo generasi kedua(nouvo z) shock menjadi lebih empuk(walah jika ada boncengan terasa terlalu empuk, jadi sering mantul2).
3. Fitur dan detail
800px-Yamaha_Nouvo_115cc_Thailand_Right
Berikut beberapa poin/bagian dari fitur dan detaildari yamaha nouvo yang kelemahan dan kelebihannya akan saya bahas :
Jok dan ergonomi
800px-Yamaha_Nouvo_115cc_Thailand_Spokes
Nouvo Gen1 Thailand
Ini merupakan salah satu keunggulan nouvo dibanding matic-matic berukuran kecil zaman sekarang. Joknya yang lebar dan panjang sangat bersahabat dengan boncenger dan pengendaranya. Joknya lumayan tebal dan empuk, tidak terlalu tinggi orang dengan tinggi badan sekitar 170cm dapat dengan mudah menapakkan kaki ke jalan.
Ergonominya juga bersahabat dengan pengendara, rileks dan tidak mudah lelah jika berkendara jarak jauh. Kaki dapat berpijak nyaman dan dengkul tidak mengenai tebeng depan untuk orang dengan tinggi sekitar 170cm.
Bagasi
IMG_20160403_162100[1]
luass
Bagasinya dapat dibilang cukup luas, dibandingkan dengan bagasi-bagasi moped di jamannya. Selain luas bagasinya juga cukup dalam sehingga dapat memuat satu helm fullface berukuran L. Meskipun saat itu juga ada suzuki skywave dengan bagasi luas dan katanya muat satu helm fullface, menurut saya bagasi nouvo ini sedikit lebih luas.
Speedometer
IMG_20160404_070059
Speedometernya sederhana, dengan model elegan hanya menunjukkan kecepatan, indikator bensin, sein, dan lampu jauh dengan tulisan  “Automatic smart vehicle” di bagian paling bawah.
Knalpot
IMG_20160403_161927[1]
masih kinclong..
Cukup besar dan dilapisi chrome, dibandingkan motor-motor matic sekarang,knalpot nouvo terbilang cukup besar. Knalpot tidak terlalu dongakke atas namun agak mendatar. Kualitas material dan chrome pada knalpot juga bisa dibilang sangat baik. Setelah berumur 12 tahun knalpot nouvo yang saya kendarai ini masih kinclong(walapun ada bagian yang sedikit menguning) dan tidak ada karat di bagian utama knalpot(bukan bagian lehernya loh ya).
Headlamp
IMG_20160403_154832
agak kelebaran memang..
“Mirip lele” itulah yang sering saya dengar tentang headlamp yamaha nouvo ini. bentuknya yang lebar dengan sein yang agak meruncing ke atas memang terlihat kurang sporty(berbeda dengan ciri khas motor yamaha yang sporty dan agresif). Untuk penerangannya dapat dibilang cukup dengan dualbulb 25watt dapat menerangi jalan di malam hari dengan baik.
Pengereman
IMG_20160403_162207[1]
Bagian pengereman juga lumayan baik. Kaliper dualpiston dan ukuran cakram yang cukup lebar dapat menghentikan motor dengan baik. Motor tidak ngeloyor lama baru berhenti. Rem belakang menggunakan tromol juga bisa dibilang cukup untuk pengereman(dengan syarat pas ngerem pake rem belakang, rem depan ditekan juga).
Footstep
800px-yamaha_nouvo_115cc_thailand_spokes
Pada nouvo generasi pertama (lele) letak footstep berada agak kedepan dekat dengan pijakan kaki pengendara.
Inilah salah satu kelemahannya, meskipun dapat membuat kaki boncenger lebih nyaman dan tidak mudah pegal, letaknya ini dapat mengakibatkan kaki pengendara sulit untuk menapak ke aspal, karena seringkali bersenggolan dengan kaki boncenger. Kelihatan sepele memang, tapi ini cukup berbahaya. Jika dalam keadaan terburu-buru kaki pengendara harus cepat menapak ke aspal, tapi tertahan oleh kaki boncenger dapat menyebabkan motor oleng dan akhirnya terjatuh.
Yamaha akhirnya melakukan perubahan letak footstep boncenger pada Nouzo Z dudukannya diperpanjang ke arah belakang sehingga semakin jauh dengan pijakan kaki pengendara.
Well… itu tadi beberapa kelebihan dan kekurangan pada yamaha nouvo menurut saya. Mungkin ada yang setuju dan tidak setuju, itu wajar karena cara pandang orang yang berbeda-beda. Inshaallah nanti tentang impresi berkendara akan saya ulas di artikel selanjutnya. Terima kasih..

Nouvo_135_2008

Rabu, 02 November 2016

sejarah singkat nouvo

Yamaha Nouvo
Hello sobat semua, dimanapun anda berada. Siapa yang tidak kenal dengan yang namanya yamaha Nouvo? Yuph ini adalah salah satu pioner skutik brand jepang di indonesia ini walau sudah di dahului oleh brand korea namun untuk brand jepang dialah yang pertama di indonesia. 
Pada tahun 2000-an di negara indonesia ini sepeda motor di dominasi oleh motor berjenis underbone ( bebek ) pada saat itu motor bebek merajalela menjadi raja jalanan. Kemudian pada tahun 2003 yamaha indonesia dengan menhadirkan yamaha Nouvo. Dengan berbekal sepeda motor yang benar-benar baru pada masa itu bisa dikatakan membuka pasar baru di panasnya persaingan bebek. Entah berapa harga yamaha nouvo pada saat itu namun yang jelas pertama kali diluncurkan pada tahun 2003 dengan nama yamaha Nouvo pada generasi pertama.

Dari segi desain motor ini perpaduan antara motor bebek dengan skutik dimana pada bagian roda depan yang terlihat ramping namun lebih besar dari ukuran ban skuter serta pada bagian dek tidak rata ( ada tonjolan ) sebagai pemisah antara kaki kanan dan kiri. Serta penggunaan double shock yang menyerupai motor bebek pada masa itu serta ban belakang yang lagi-lagi sama dengan motor bebek pada umumnya.
Yamaha Nouvo Z
yamaha nouvo z 2005-2008
Nah untuk penjualan sendiri karena memang motor bener-bener bergenre baru belum banyak orang mengerti akan ketangguhan dan kegunaan dari sebuah motor skuter, bisa di bilang penjualan motor ini kurang bergairah pada masa itu. Namun jangan salah gan karena meskipun motor ini tidak begitu laku pada pejualan pertamanya namun kini motor ini di jual dengan harga yang gila-gilaan dan tergolong motor mahal untuk ukuran motor seken. Dan motor inilah yang menjadi cikal-bakal kesuksesan motor skutik di indonesia seperti yamaha mio sebagai suksesornya.
yamaha nouvo generasi pertama
Cirikhas generasi pertama yakni antara tahun 2003-2005 adalah dimana bentuk motor ini di labur warna body yang masih polos, di padu dengan sebuah lampu besar yang berada di bagian tebeng depan ( lampu masih bertipe bulb / lampu biasa ). Pada sektor kaki-kaki terlihat velg motor ini masih menggunakan velg bertype jari-jari.
yamaha nouvo generasi kedua
Cirikhas generasi kedua yakni antara tahun 2005-2008 adalah dari segi desain hampir sama dengan yang versi pertama namun ada beberapa perubahan body lebih manis lagi. Nah di generasi kedua ini namanya berubah menjadi yamaha nouvo Z dengan tambahan embel-embel Z di belakangnya. Yang berbeda dari model sebelumnya adalah bentuk lampu utama sudah di bagi menjadi dua bagian, bentuk stoplamp yang lebih tajam lagi serta striping yang lebih baru dan modern.
Yamaha nouvo beredar dari tahun 2003 dan harus di akhiri penjualanya pada tahun 2008, Berarti umumr dari yamaha nouvo sendiri sekitar 6 tahun harus pensiun kemudian di lanjutkan dengan suksesnya yamaha Mio di pasar skutik nasional waktu itu.